Ketua Umum Partai
Gerindra Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koalisi Merah Putih (KMP)
berjuang dalam menguasai parlemen bukan sekadar untuk memenangi
pertarungan dengan Koalisi Indonesia Hebat yang mendukung Joko
Widodo-Jusuf Kalla. Prabowo menyebut upaya yang dilakukan pihaknya ialah
untuk mengawal kepentingan bangsa.
"Saya kira kita tidak melihat 5-0, atau 4-0, atau 6-0. Kita melihat
tahap demi tahap, mana yang bisa kita kawal kepentingan bangsa,
kepentingan Pancasila, Undang-Undang Dasar, ini yang bagi kita konsep
kita. Enggak ada 5-0, 6-0. Ini kita bela kepentingan bangsa," kata
Prabowo di sela-sela acara syukuran KMP di Masjid Bakrie, Jakarta, Jumat
(10/10/2014).
Syukuran tersebut dihadiri para ketua umum partai yang tergabung
dalam KMP, yakni Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum
Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, Ketua Umum Partai Amanat
Nasional Hatta Rajasa, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta,
dan Ketua Dewan Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais.
Syukuran juga dihadiri elite koalisi lainnya, di antaranya Hidayat
Nur Wahid, Djan Faridz, Setya Novanto, Idrus Marham. Syukuran ini
digelar setelah paket pimpinan MPR dan DPR yang diajukan KMP menang.
Menurut Prabowo, KMP nantinya akan mengawal pemerintahan Jokowi-Kalla
melalui parlemen. Jika ada kebijakan yang tidak menguntungkan bangsa
dan rakyat, kata dia, KMP akan mengoreksinya. Namun, jika kebijakan
pemerintah tersebut membela kepentingan rakyat, KMP tak segan untuk
mendukung kebijakan itu.
"Pemerintah mana pun, pemerintah berjuang untuk bangsa, negara, dan
rakyat, setia kepada Undang-undang Dasar, insya Allah kita akan dukung,
akan bela. Kalau tidak menguntungkan bangsa dan rakyat, tentunya harus
kita koreksi." ujar Prabowo.
Dalam acara syukuran tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar
Idrus Marham kembali membantah anggapan yang menyebut bahwa KMP akan
memboikot pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20
Oktober mendatang. Dia menyebut anggapan tersebut sebagai pikiran kotor.
Ketua Umum PAN Hatta Rajasa juga membantah KMP disebut ingin menjegal
pelantikan Jokowi-Kalla. "Kita tegaskan kita tidak seperti itu, apalagi
akan menjegal agenda kenegaraan," ujar Hatta.
