JAKARTA, Komisi Pemberantasan Korupsi akan membuka lowongan untuk mengisi
posisi Kepala Biro Humas KPK yang akan ditinggalkan Johan Budi. Johan
terpilih sebagai Deputi Pencegahan KPK.
"KPK kelak akan membuka lowongan," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Senin (13/10/2014).
KPK akan membuka seleksi pengganti posisi Johan untuk internal maupun
eksternal. Menurut Bambang, saat ini belum ada nama pengganti Johan.
Selama belum ada pengganti Johan, menurut dia, pimpinan KPK akan
menunjuk pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas.
Johan Budi sebelumnya mengatakan bahwa dia akan dilantik sebagai
Deputi Pencegahan KPK pada Jumat pekan ini. Johan mengikuti seleksi
Deputi Pencegahan KPK sejak dua bulan lalu.
Menurut Bambang, pihaknya membuka seleksi Deputi Pencegahan setelah
Deputi Pencegahan sebelumnya, yakni Iswan Elmi menjadi salah satu deputi
di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Adapun Johan Budi mengawali karirnya di KPK sebagai Direktur
Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Mantan jurnalis itu kemudian
menjadi Juru Bicara KPK sejak 2007 dan diangkat sebagai Kepala Biro
Humas KPK sejak 2009.
Pada Juli 2011, Johan sempat menyatakan mundur dari jabatannya
sebagai juru bicara KPK saat kasus wisma atlet disidik. Johan kala itu
dituding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin,
ikut dalam pertemuan di Hotel Formula One Cikini bersama Direktur
Penyidikan Ade Raharja.
Alasan pengunduran diri Johan adalah agar bisa lebih fokus menjalani
proses seleksi calon pimpinan KPK yang tengah diikutinya. Selain itu,
kata Johan, pengunduran dirinya akan memberi keleluasaan jika Deputi
Pengawasan Internal KPK memeriksanya.
Namun, pimpinan KPK periode Abraham Samad meminta Johan untuk tetap
bertahan. Johan juga gagal dalam seleksi pimpinan KPK ketika itu.

