Jakarta. Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Sukro
Muhab mengatakan buku Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes)
SMA/MA/SMK kelas XI terbitan Kemendikbud semester 1, yang memuat
penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pacaran sehat termasuk
gayanya tidak mencerminkan pendidikan karakter yang menjadi semangat
Kurikulum 2013.
Dia juga menjelaskan, di dalam Islam, pacaran
merupakan sesuatu yang dilarang. Sedangkan isi buku mengajarkan cara
berpacaran yang seolah-olah membolehkan para siswa untuk melakukan
pacaran.
“Gambar pada halaman ini menampilkan sosok pemuda dan
pemudi muslim dengan busana muslim sangat melecehkan kesucian Islam,”
ujarnya dalam siaran persnya, Kamis (9/10). Muhab menambahkan, konten
materi yang mencampuradukkan hak dan bathil merupakan gerakan pemurtadan
dan ini merupakan ajaran modern yang menyesatkan.
JSIT, ujar
Muhab, menginstruksikan kepada seluruh SMA Islam Terpadu se-Indonesia,
agar tidak menggunakan buku tersebut menjadi rujukan dan
mengembalikannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat untuk
dilanjutkan ke Kemendikbud.
“Kepada seluruh Sekolah Islam Terpadu
terus berkonsentrasi melakukan pendidikan karakter dan terus waspada
terhadap gerakan yang berusaha untuk melemahkan ajaran-ajaran Islam,”
pungkasnya. (abr/dakwatuna)

