Jakarta - Partai Golkar kembali memanas ketika sejumlah
kader muda dan seniornya menyebut bahwa kepemimpinan Aburizal Bakrie
alias Ical telah selesai pada bulan ini. Namun Wakil Ketua Umum Golkar
Fadel Muhammad membantah hal itu.
"Saya ketua munasnya waktu itu, saya yang pegang tongkat dari pak JK ke Ical. Pada keputusan munas itu berakhir kepengurusan bersama kita di tahun 2015. Saya yang mengetok palunya," ujar Fadel di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2014).
Fadel menyebut mereka yang ingin munas untuk melengserkan Ical telah salah memahami. Selain itu, apabila nantinya Ical maju lagi sebagai ketum partai berlambang pohon beringin, menurut Fadel hal itu mungkin saja.
"Belum menentukan sikap apa maju lagi atau tidak. Apabila ada teman-teman daerah mendekati bang Ical untuk jadi ketua, beliau akan menerima. Beliau mengatakan pada saya belum menentukan sikap. Kita lihat perkembangan politik ke depan." ucapnya.
"Saya ketua munasnya waktu itu, saya yang pegang tongkat dari pak JK ke Ical. Pada keputusan munas itu berakhir kepengurusan bersama kita di tahun 2015. Saya yang mengetok palunya," ujar Fadel di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2014).
Fadel menyebut mereka yang ingin munas untuk melengserkan Ical telah salah memahami. Selain itu, apabila nantinya Ical maju lagi sebagai ketum partai berlambang pohon beringin, menurut Fadel hal itu mungkin saja.
"Belum menentukan sikap apa maju lagi atau tidak. Apabila ada teman-teman daerah mendekati bang Ical untuk jadi ketua, beliau akan menerima. Beliau mengatakan pada saya belum menentukan sikap. Kita lihat perkembangan politik ke depan." ucapnya.

